Generasi Muda Indonesia Menjawab Tantangan Masa Depan


SANG IDEALIS JIWA NASIONALIS
 Mendengar nama Dino Patti Djalal saya langsung teringat Juru Bicara Kepresidenan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono khusus Luar Negeri dari tahun (2004-2009), dimana pada saat itu ditemani juga oleh Andi Malaranggeng sebagai Juru Bicara Kepresidenan khusus Dalam negeri. Mereka berdualah yang kerap menghiasi media elektronik maupun cetak dalam hal menyampaikan pesan atau pemberitaan yang berkenaan dengan Presiden atau Pemerintahan Indonesia pada saat itu. Untuk Dino Patti Djalal, beliau lah yang memiliki tugas khusus untuk menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan  isu-isu atau agenda pemerintahan Indonesia kaitannya dengan luar negeri. Lugas, sederhana dan bersahabat itulah yang tampak dari penampilan sehari-hari beliau ketika tampil dihadapan media sekedar untuk menjawab pertanyaan wartawan atau pada saat melakukan press conference. Ketika beliau dipercaya sebagai Duta Besar Amerika Serikat, seketika itu pula saya sering melihat beliau di televisi, apalagi hal-hal yang berkaitan dengan hubungan bilateral antara kedua negara. Bahkan semenjak beliau menjadi Duta Besar disana, hubungan antara kedua negara makin terasa mesra. Walaupun Dino Patti Djalal berada di negeri Paman Sam, jiwa nasionalisme beliau tidak pernah luntur dengan kebudayaan disana, saya dengar di pemberitaan, beliau kerap mengadakan kegiatan yang sifatnya memperkenalkan kebudayaan Indonesia atau mempromosikan hal-hal yang berkaitan dengan Indonesia baik pariwisata maupun ciri khas dari Indonesia. Pada tahun April 2011 saya pernah mendengar pemberitaan mengenai American Batik Design Competition yang digelar KBRI disana, ini membuktikan sekali niat sang Duta Besar Dino Patti Djalal untuk memperkenalkan batik supaya mendunia, rasa cinta tanah air terhadap produk Indonesia seperti inilah yang jarang dimiliki oleh pejabat-pejabat yang mengemban tugas di luar negeri. Bahkan beliau saya dengar aktif dan sering mengadakan kegiatan seperti diaspora yang dimana mengumpulkan para perantau yang sukses di luar negeri dalam satu kegiatan, sesuatu yang menarik bagi saya. Dengan begitu hubungan sang perantau dan negara asalnya tetap terjalin dengan baik.
Sumber Foto: Kompas.com
Pada akhir September 2013 banyak pemberitaan tentang majunya Dino Patti Djalal dalam Konvensi Partai Demokrat, untuk mengusung calon presiden yang siap dimajukan dalam pemilihan presiden pada tahun 2014  nanti. Suatu langkah tepat yang diambil beliau untuk ikut dalam konvensi tersebut. Banyak hal yang menarik dari seorang Dino Patti Djalal. Sebagai generasi muda saya berharap beliau dapat memenangkan konvensi tersebut dan terpilih menjadi calon presiden dari partai demokrat, saya yakin dengan usianya yang relatif masih muda, memiliki pemikiran cerdas, serta pergaulannya yang luas beliau bisa mengubah bangsa ini menjadi lebih baik lagi di mata Internasional. Indonesia diperkirakan dalam 10 sampai 20 tahun lagi akan menjadi negara yang diperhitungkan di kancah internasional, maka itu salah satu tantangan dimasa depan yang harus dijadikan momentum yang baik bagi presiden baru yang terpilih nantinya. Kemampuannya yang pernah menjadi staf khusus, dan sekarang masih dipercaya sebagai Duta Besar membuatnya menjadi calon presiden yang sangat potensial, karena sudah terasa masyarakat bukan jenuh dengan kegiatan politik yang ada di Indonesia, tetapi mereka menantikan wajah baru pemimpin bangsa ini yang memiliki kemampuan diplomasi yang handal dan menaruh harapan yang sangat besar terhadapnya. Saya yakin Visi dan Misi beliaulah yang membawa langkahnya untuk ikut dalam Konvensi Partai Demokrat, bukan kegilaan atas kekuasaan yang selama ini menjadi faktor seseorang itu ingin memimpin suatu negeri. Dia pernah mengatakan di sela-sela suatu acara, bahwa Indonesia harus unggul baik dalam maupun diluar. Pengalamannya selama ini di luar negeri tanpa meninggalkan kecintaannya terhadap Indonesia menjadi nilai tambah untuk beliau. “It's not about winning or loosing,” itulah kalimat yang keluar pada saat beliau mengadakan kegiatan peluncuran bukunya di Jakarta, itu menandakan suatu sikap negarawan sejati. Tak selamanya perang harus dimulai dengan mengangkat senjata dan diakhiri dengan pertumpahan darah, tetapi perang yang ideal di abad 21 ini adalah perang gagasan, gagasan untuk memajukan Indonesia. Indonesia harus bangkit, Indonesia harus keluar dari keterpurukan ekonomi, pengangguran yang tak bisa dikendalikan, kedaulatan negara yang dengan mudahnya digoyahkan oleh negara-negara lain, Indonesia harus bisa dan harus unggul. Sukses untuk Bapak Dino Patti Djalal semoga harapan bangsa ini untuk lebih dihargai lagi di mata dunia bisa terwujud. Good Luck DPD (Dino Patti Djalal) R1-1!!!!!